Hitam, tapi Kaya Manfaat

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah SAW. bersabda, “Tidaklah ada suatu penyakit, kecuali dalam habbatus sauda’ terdapat kesembuhan baginya, kecuali as sam (kematian)” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Dalam petikan hadits ini terdapat istilah habbatus sauda’ yang tak terlalu asing di telinga akhir-akhir ini. Habbatus sauda’ berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata Habbah yang berarti biji dan sauda’ yang berarti hitam. Kalau di Indonesia, habbatus sauda’ ini sering disebut  dengan jintan hitam. Habbatus sauda’ merupakan salah satu tanaman herbal dengan nama Latin Nigella sativa dan termasuk famili Ranunculaceae atau tanaman berbunga. Tanaman ini aslinya berasal dari negara-negara Afrika Utara, seperti Mesir, Maroko, dan Tunisia, serta dari Timur Tengah (Suriah dan Yordania). Di negara-negara ini lah Habbatus sauda’ dapat tumbuh subur walaupun tanpa campur tangan manusia.

Habbatus sauda’ sejak  beribu-ribu tahun yang lalu telah dimanfaatkan oleh saudara Muslim kita, bahkan oleh Rasulullah SAW. dalam pengobatan berbagai penyakit dibuktikan dengan adanya hadits tersebut sehingga penggunaan Habbatus sauda’ ini termasuk dalam Thibbun Nabawi. Biji dari tanaman Habbatus sauda’ inilah yang diambil untuk selanjutnya diolah untuk dijadikan obat. Bayangkan saja, saudara-saudara kita ini belum mempunyai pengetahuan dan pendidikan yang mumpuni, tetapi telah menggunakan Habbatus sauda’ sebagai panasea atau obat segala penyakit.  Kita cenderung memuja kedokteran modern yang berasal dari Barat dan lupa bahwa kedokteran Islam juga punya peran  dalam sejarah dunia kedokteran. Kini pun telah banyak penelitian-penelitian di berbagai negara mengenai khasiat dari Habbatus sauda’ ini dan menunjukkan hasil positif.

Rasulullah SAW. tidak menganjurkan juga hanya mengandalkan konsumsi  Habbatus sauda’ yang disebut obat segala penyakit sehingga lebih bijaksana kalau kita tidak menutup mata dari usaha pengobatan lain, seperti bedah mayor dan minor, penggunaan zat kimia, dsb, ataupun tindakan pencegahan. Beliau pun pernah menjalani bedah minor, yaitu ketika pipinya tertembus potongan baju besi sampai-sampai gigi geraham beliau tanggal. Bedah minor ini dilakukan oleh Abu Ubaidah Ibnul Jarrah r.a.. Jadi, sangat aneh jika tata laksana terhadap suatu penyakit hanya disandarkan pada suatu tindakan, yaitu mengonsumsi sesuatu, misalnya Habbatus sauda’ ini.

Di dalam sebuah kuliah pengantar farmakologi, saya ingat sekali kalau dosen kami member petuah  bahwa pada dasarnya obat itu adalah racun sehingga seorang pemberi obat harus mengetahui seluk beluk mengenai obat, terutama farmakokinetik dan farmakodinamik obat,  yang akan diberikannya kepada si sakit dan tentunya didasari dengan ketepatan diagnosis. Namun, pertanyaannya sekarang adalah bagaimana keamanan konsumsi Habbatus sauda’ ini?

–          Berdasarkan review yang berjudul A Review of Medicinal Uses and Pharmacological Activities of Nigella Sativa dan ditulis Anwarul Hasa Gilani, Qaiser Jabeen, dkk yang diterbitkan dalam Pakistan Journal Biological Sciences pada tahun 2004, tidak ditemukan gejala keracunan akut dalam penggunaan habbatus sauda’ secara oral hingga dosis tinggi sebesar 25 g/ kgBB.

–          Selain itu, dalam riset yang berjudul “Toxocity Study of Baraka Black Seed Oil (Oil of Nigella sativa)” yang dilakukan pada periode Juni 1995 sampai Februari 1996 di University of Colombo, didapatkan bahwa

  • Pada hewan percobaan tikus yang diberikan minyak habbatus sauda’  dengan dosis 10 ml/kgBB melalui lambung tidak menunjukkan gejala toksis sama sekali, padahal ini adalah dosis yang cukup besar.
  • Pada hewan percobaan kelinci diberikan biji habbatus sauda’ dengan dosis 28 g/kg melalui lambung juga tidak memberikan efek toksik.

–          Jadi, dapat disimpulkan bahwa tingkat keamanan komsumsi Habbatus sauda’ ini cukup tinggi.

Nah, setelah tahu kalau Habbatus sauda’ ini cukup aman untuk dikonsumsi, kita juga harus tahu manfaatnya apa saja, jadi, tidak sekedar ikut-ikutan trend konsumsi Habbatus sauda’ yang ada di tengah masyarakat saat ini. Habbatus sauda’ ini mempunyai kandungan nigellicine, nigellidine, nigellimine-N-oxide, thymoquinone, dithymoquinone, thymohydroquinone, nigellone, thymol, arvacrol, oxy-coumarin, 6-methoxycoumarin and 7-hydroxy-coumarin, alpha-hedrin, steryl-glucoside, tannins, asam lemak esensial, asam amino esensial, asam askorbat, zat besi, dan kalsium (Randhawa,2008). Berdasarkan tulisan dr. Insan Agung Nugroho dalam bukunya Habbatus Sauda Obat Segala Penyakit (2012), saya dapat menyimpulkan beberapa manfaat dari tanaman Habbatus sauda’ ini:

a.      Habbatus sauda’ bersifat renoprotective atau nephroprotective.

Pemberian minyak habbatus sauda’ menyebabkan penurunan BUN (Blood Urea Nitrogen) dan kreatinin yang meningkat kadarnya jika terjadi kerusakan ginjal. Selain itu, juga dapat meningkatkan aktivitas enzimatik serum Superoxide Dismutase (SOD) dan Gluthation Peroxidase (GTH=Px) secara signifikan yang bermanfaat untuk kesehatan dan optimalisasi kerja ginjal. Minyak habbatus sauda’ juga menghasilkan lebih sedikit Total Oxidant Status (TOS) dan meningkatkan Total Antioxidant Capacity (TAC) yang bermanfaat bagi ginjal.

Pernyataan ini diperkuat dengan adanya penelitian-penelitian mengenai efek habbatus sauda’ terhadap kesehatan ginjal, salah satunya adalah studi yang berjudul “The Protective Effect of Thymoquinone, an Antioxidant and Anti-inflamatory Agent, Againts Renal Injury: A Review” yang disusun ahli nefrologi Kanada, AS, dan Mesir dan dimuat pada Journal of Kidney Disease and Tranplantation pada tahun 2009.

Jadi, anggapan bahwa habbatus sauda’ memiliki efek merusak ginjal adalah tidak benar.

b.      Habbatus sauda’  bersifat haptoprotective atau melindungi liver.

Kandungan Thymoquinone dengan dosis 5 mg/kgBB sampai 20 mg/kgBB bahkan dapat memperbaiki kondisi liver yang rusak akibat pengaruh alkohol

c.       Habbatus sauda’ dapat mengatasi cacingan pada anak, tentunya diiringi dengan penjagaan kebersihan.

d.      Habbatus sauda’ bersifat seperti antibiotik.

Telah ada penelitian mengenai hal ini, didapatkan bahwa preparat bahan habbatus sauda’  yang ditanamkan di media tumbuh dapat menginhibisi pertumbuhan bakteri di sekitarnya, seperti Staphylococcus aureus, Streptococcus mutans, Micrococcus roseus, dll.

e.      Habbatus sauda’  bermanfaat utuk kesehatan kulit, di antaranya dalam pengobatan luka bakar, acne vulgaris, scabies, dan penyakit jamur pada kulit, serta dapat digunakan sebagai sunscreen cream. Bentuk sediaan yang digunakan biasanya digunakan untuk penggunaan topikal.

f.        Habbatus sauda’ memiliki potensi untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, di antaranya sebagai berikut:

–          Habbatus sauda’ memiliki potensi untuk menurukan tekanan darah tinggi/ hipertensi. Penelitian pada manusia yang pernah diteliti oleh University of Colombo  mendapatkan bahwa konsumsi minyak habbatus sauda’ dengan dosis 2,5 mL per hari efektif menurunkan tekanan darah tinggi yang masih ringan. Namun, jika tekanan darah telah mencapai 160/110 mmHg atau lebih, maka penggunaan habbatus sauda’ ini hendaknya diiringi dengan penggunaan obat kimia yang diresepkan dokter, tetapi mohon diingat bahwa harus dijarakkan sekitar 2 jam.

–          Habbatus sauda’ juga memiliki potensi untuk menstabilkan denyut jantung (heart rate).

g.      Habbatus sauda’ memiliki aktivitas antitumor yang telah diuji secara in vitro dan in vivo,baik yang diujikan pada hewan percobaan maupun pada manusia. Pada penelitian yang di lakukan di Turki didapatkan bahwa ekstrak etanol dari habbatus sauda’ memiliki efek untuk mereduksi proliferasi sel, mengurangi proses pembelahan sel, dan sintesis DNA dari penyakit Ehrlich Ascites Tumor pada tikus. Kandungan thymoquinone-nya juga bersifat antineoplastik atau antikanker, yaitu kanker tulang, kanker payudara, dan kanker ovarium. Cara habbatus sauda’ mengendalikan sel kanker:

–          Sebagai antioksidan

–          Bersifat sitotoksik terhadap sel kanker, tetapi mengganggu sel yang sehat atau normal

–          Menghambat proliferasi/ pembelahan sel kanker

–          Menghambat terjadinya neovaskularisasi (pembentukan pembuluh darah baru) untuk perkembangan sel kanker

Dan masih banyak lagi manfaat dari konsumsi habbatus sauda’ dengan labelnya sebagai panasea, seperti analgetik, antiasma, pengontrol kadar gula darah (untuk penderita Diabetes Mellitus), pengontrol kadar kolesterol darah, antialergi, antiinflamasi, antihistamin, antivirus, antioksidan, antiparasit, dan stimulan imunitas (daya tahan tubuh).

Namun, perlu diperhatikan juga bahwa terdapat kondisi yang perlu diwaspadai untuk konsumsi habbatus sauda’, yaitu kehamilan, terutama kehamilan trisemester 1 dan trimester 2. Dari penelitian-penelitian yang pernah dilakukan di Pakistan dan India, didapatkan bahwa konsumsi habbatus sauda’ dalam dosis tinggi dapat menyebabkan abortus (keguguran) dan habbatus sauda’ ini telah lama digunakan untuk menggugurkan kandungan.

Nah, sudah tahu kan sedikit tentang habbatus sauda’ ini… kalau ada kesalahan ataupun kejanggalan dalam tulisan saya ini, dimohonkan komentar yang membangun. Terima kasih J.

Ditulis Oleh: Nisa Sulistia (Mahasiswi Program Studi P.D. 2009)

Alhamdulillah.

Terima kasih kepada empunya blog ini, Bapak Atjenese, yang telah mempublikasikan tulisan sederhana saya di blog Beliau yang luar biasa ini.

Serta kepada kedua orang tua dan 2 abang saya.

Semoga mereka selalu di bawah lindungan Allah SWT dan diberkahi umur yang panjang. Aamiin.

Sumber Kepustakaan:

Nugroho, Insan Agung. 2012. Habbatus Sauda Obat Segala Macam Penyakit. Surakarta:Ziyan Books.

Randhawa, Akram Mohammad. 2008. Black Seed, Nigella sativa, Deserves More Attention. Ayub Med. Coll Abbottabad Journal 20(2).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: