Indeks Kenyamanan Termal

Penilaian terhadap kenyamanan termal dilakukan dengan menggabungkan parameter-parameter termal dalam satu indek.

Adapun indek yang sering digunakan untuk menyatakan kondisi kenyamanan termal diantaranya adalah:

1. Temperatur efektif

2. PMV-Indeks

3. PPD-Indeks

1. Temperatur efektif

 Temperatur Efektif (TE) didefinisikan sebagai temperatur dari udara jenuh dalam keadaan diam atau mendekati diam (£0.1 m/s), pada keadaan tidak ada radiasi panas akan memberikan perasaan kenyamanan termal yang sama dengan kondisi udara yang dimaksud. Temperatur efektif pertama kali ditemukan oleh  Houghten dan Yaglow dalam tahun 1923, yang bekerja untuk The American society of Heating and Ventilating Engineers. Jadi konsep temperatur efektif adalah berdasarkan anggapan bahwa kombinasi-kombinasi tertentu dari temperatur udara, kelembaban udara dan kecepatan udara dapat menimbulkan kondisi termal yang sama (Yan Straaten, 1967, Soegijanto, 1999 : 240).

Temperatur efektif juga diartikan sebagai indeks lingkungan yang menggabungkan temperatur dan kelembaban udara menjadi satu indeks yang mempunyai arti bahwa pada temperatur tersebut respon termal dari orang pada kondisi tersebut adalah sama, meskipun mempunyai temperatur dan kelembaban yang berbeda, tetapi keduanya harus mempunyai kecepatan udara yang sama. (SNI T 03-6572, 2001 : 18)

Untuk menetukan kenyamanan, maka dalam tahun 1923 Yaglou menyiapkan dua ruang psikometrik. Ruang yang pertama berudara tenang, tanpa angin, dan kelembabannya 100%. Sedangkan di dalam ruang kedua, temperatur, kelembaban dan gerakan udaranya dapat diubah. Yaglou ingin menentukan beberapa kombinasi dari ketiga faktor tersebut di atas sehingga terjadi kondisi atmosfer yang dapat memberikan rasa yang sama dengan kondisi ruang pertama. Hal tersebut dilakukan berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap seorang yang memasuki ruang kedua setelah terlebih dahulu berada di ruang pertama. Kondisi atmosfer di ruang kedua tersebut dinyatakan dengan Temperatur Efektif. Dalam kenyataannya, kecepatan udara di dalam ruangan sangat rendah. Oleh karena itu temperatur efektif dilukiskan sebagai kombinasi dari temperatur dan kelembaban saja.

Untuk lebih menjelaskan mengenai hal ini diberikan contoh beberapa kondisi udara yang dirasakan memberikan kenyamanan termal yang sama meskipun temperatur, kelembaban udara dan kecepatan udara berbeda.

Tabel.Temperatur efektif

Temperatur

(0C)

Kelembaban

(%)

Kecepatan udara (m/s)

29

70

0.2

31

40

0.4

32

30

0.6

33

27

1.0

Sumber : Soegijanto, 1999 : 241

Keempat kondisi udara ini didefinisikan mempunyai temperatur efektif yang sama ialah 27 0C. Temperatur efektif ini pada kondisi lingkungan aktual dapat dikalkulasikan dengan mengetahui : temperatur operatif, kecepatan aliran udara, tekanan uap parsial, metabolisme (Met), dan pakaian yang digunakan (Clo). Sedangkan pada grafik psikometrik, penunjukan garis temperatur efektif dapat dilihat pada gambar dibawah.

Gambar. Grafik psikometrik dengan garis temperatur efektif.

Sumber : ASHRAE Standard, 2001: 9.12

 

2. Predicted Mean Vote (PMV) indeks

Predicted Mean Vote (PMV) adalah kondisi termal lingkungan yang secara statistik menurut pilihan banyak orang dinyatakan sebagai : dingin, sejuk, normal, agak hangat, hangat dan panas. Predicted Mean Vote mempunyai rentang skala dari -3 (dingin) sampai +3 (panas) sementara 0 kondisi normal, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.2.

Tabel 2.2 Hubungan Antara Skala PMV dengan Kondisi Termal Lingkungan

No

Skala PMV

Kondisi Termal Lingkungan

1

+3

Panas

2

+2

Hangat

3

+1

Agak Hangat

4

0

Normal

5

-1

Agak Sejuk

6

-2

Sejuk

7

-3

Dingin

Sumber : Innova, 1999: 14

Predicted Mean Vote (PMV) indeks ini dikalkulasikan berdasarkan pada International Standard (ISO) 7730. Nilai PMV ini diperoleh dari heat balance tubuh yang mengindikasikan perasaan termal dari tubuh keseluruhannya yang mana dipengaruhi oleh aktifitas fisik dan pakaian. Adapun nilai PMV ini dapat ditentukan dengan beberapa cara yaitu:

  1. Menggunakan komputerisasi
  2. Menggunakan tabel nilai Predicted Mean Vote (PMV)
  3. Melakukan pengukuran langsung, yang menggunakan sensor gabungan
3. PPD (Predicted Percentage of Dissatisfied) Indeks

 PPD-Indeks (Predicted Percentage of Dissatisfied) digunakan untuk memprediksi berapa banyak orang yang merasa tidak nyaman dari suatu kondisi termal di dalam suatu ruangan. PPD-indeks (Predicted Percentage of Dissatisfied) ini membangun prediksi kuantitatif dari banyaknya orang yang merasa tidak nyaman termal dalam persen. Setelah nilai dari PMV-indeks (Predicted Mean Vote) diketahui, maka nilai PPD-indeks dapat di ketahui dengan menggunakan grafik hubungan antara kurva prediksi persentase ketidaknyamanan (PPD) terhadap prediksi rata-rata pilihan (PMV) sebagaimana yang ditampilkan pada gambar 2, untuk mendapatkan nilai yang lebih akurat, PPD ini juga dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan (2) (ISO 7730, 1999 : 3) di bawah ini:

………………………………     (2)

dimana,

PPD = Predicted Percentage of Dissatisfied (%)

PMV= Predicted Mean Vote

Gambar. 2 Hubungan antara PMV-indeks dengan PPD-indeks.

Sumber : Innova, 1999: 14

dari Gambar (2.4) memperlihatkan bahwa skala PMV -2 ataupun +2 dinyatakan tidak nyaman oleh sekitar 75% penghuni (PPD = 75%), PMV-1 dan +1 dinyatakan tidak nyaman oleh sekitas 25% penghuni (PPD = 25%), sementara PMV 0 dinyatakan tidak nyaman hanya 5% penghuni saja (PPD = 5%).

Standar Nasional Indonesia (SNI)

 Departemen Kimpraswil melalui proses yang panjang telah mempersiapkan beberapa standar yang berkaitan dengan masalah peningkatan kenyamanan termal ruang dalam bangunan. Standar ini dapat diacu sebagai pedoman dalam perancanaan bangunan gedung. Standar tersebut diantaranya adalah SNI T 03-6572-2001.

Standar kenyamanan termal untuk daerah tropis seperti Indonesia dapat dibagi menjadi :

  • Sejuk nyaman, antara temperatur efektif  20,5 0C ~ 22,8 0C
  • Nyaman optimal, antara temperatur efektif  22,8 0C ~ 25,8 0C
  • Hangat nyaman, antara temperatur efektif  25,8 0C ~ 27,1 0C

Kelembaban udara relatif yang dianjurkan antara 40% ~ 50%, tetapi untuk ruangan yang jumlah orangnya padat seperti ruang pertemuan, kelembaban udara relatif masih diperbolehkan berkisar antara 55% ~ 60%.

Untuk mempertahankan kondisi nyaman, kecepatan udara yang jatuh diatas kepala tidak boleh lebih besar dari 0,25 m/detik dan sebaiknya lebih kecil dari 0,15 m/detik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: