Thermal comfort 2 : Environment factors

Environment Factors

Sebagaimana yang telah kita bicarakan sebelumnya pada Thermal comfort I  secara umum ada dua faktor yang memperngaruhi kenyamanan termal, sedangkan yang akan kita bahas pada tema kali ini adalah faktor lingkungan yang meliputi temperatur, aliran udara dan kelembaban udara.

Temperatur udara

Temperatur udara yang diukur dengan termometer merupakan unsur cuaca yang sangat penting. Unsur cuaca ini berubah sesuai dengan tempat dan waktu. Tempat terbuka, temperaturnya berbeda dengan tempat yang bergedung, demikian pula di daerah yang berumput berbeda dengan tempat yang tandus atau jalan beraspal dan sebagainya. Pengukuran temperatur udara hanya memperoleh satu nilai rata-rata dari atmosfer. (Bayong Tjasjono, 1999 : 14)

Untuk mendapatkan temperatur rata-rata dapat dihitung dengan menjumlahkan temperatur maksimum (Tmaks) dengan temperatur minimum (Tmin) lalu dibagi dua.

Temperatur radiasi

Termal radiasi merupakan radiasi panas dari benda-benda yang menimbulkan panas. Panas radiasi akan timbul jika ada sumber panas dalam sebuah lingkungan. Temperatur radiasi mempunyai pengaruh besar dari pada temperatur udara berkaitan dengan kehilangan dan penambahan panas ke lingkungan. Kulit kita banyak menyerap energi radiasi hampir sama dengan kodisi pada benda hitam (black body), walaupun ini mungkin di kurangi oleh pemakaian pakaian. Sebagai contoh sumber panas radiasi adalah: matahari, api, alat elektronik, dapur pembakaran, oven dan lain sebagainya.

 Kecepatan aliran udara

Penjelasan ini mengenai kecepatan pergerakan udara yang melintasi orang-orang yang ada disuatu lingkungan dan dapat membantu mendinginkannya seandainya udara ini lebih dingin dari lingkungan. Kecepatan aliran udara juga merupakan faktor penting dalam kenyamanan termal, karena orang-orang sensitif terhadapnya. Pergerakan udara pada kondisi panas atau lembab dapat meningkatkan kehilangan panas melalui konveksi tanpa adanya perubahan dalam temperatur udara. Sedikit pergerakan udara dalam lingkungan yang dingin dapat dirasakan sebagai aliran udara. Jika temperatur udara lebih rendah dari pada temperatur kulit, hal ini akan berpengaruh dalam meningkatkan kehilangan panas konveksi. Aktifitas fisik juga dapat meningkatkan pergerakan udara.

 Kelembaban udara

Jika air di panaskan dan akan menguap ke lingkungan sekitar. Kelembaban udara merupakan perbandingan antara jumlah aktual uap air di udara dengan jumlah maksimum uap air di udara  pada temperatur yang sama. Kelembaban udara antara 40% dan 70% tidak terlalu berpengaruh terhadap kenyamanan termal. Pada beberapa ruangan, kelembaban udara biasanya dijaga antara 40-70%. Bagaimanapun, dalam ruangan yang tidak dikondisikan udaranya, atau dimana kondisi iklim luarnya mempengaruhi kenyamanan termal di dalam ruangan kelembaban udara mungkin meningkat lebih dari 70% pada hari agak panas dan pada hari panas. Kelembaban udara dalam ruangan bisa berubah-ubah, dan juga tergantung pada apakah ada proses pengeringan dimana uap di keluarkan.

Lingkungan yang kelembaban udaranya tinggi memiliki banyak uap air di udara, yang mana mencegah penguapan keringat dari kulit. Pada lingkungan yang panas, kelembaban udara penting karena penguapan keringat kurang ketika kelembaban udara tinggi (diatas 80%). Penguapan keringat merupakan cara menjaga kehilangan panas pada manusia. Ketika tidak bisa menembus pakaian, kelembaban di dalalam pakaian meningkat sebagai penyebab keringat karena keringat tidak dapat menguap. (Health safety executive, 2005 :2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: