Thermal comfort-I

Pengertian Thermal comfort (kenyamanan termal)

 Membuat lingkungan yang nyaman termal merupakan salah satu parameter penting yang harus dipertimbangkan dalam merancang sebuah bangunan. Lingkungan termal dipertimbangkan bersama-sama dengan faktor yang lainnya, seperti : kualitas udara, pencahayaan dan tingkat kebisingan ketika kita mengevaluasi lingkungan aktifitas kita. Jika kita tidak memperhatikan kenyamanan tempat kita beraktifitas maka dampaknya akan menyebabkan menurunnya produktifitas.

Kenyamanan termal, seperti yang didefinisikan oleh Standar ISO (Internasional Standard Organization) 7730, adalah hubungan yang kompleks antara temperatur udara, kelembaban udara, dan kecepatan aliran udara, ditambah lagi dengan jenis pakaian dan aktivitas serta tingkat metabolisme penghuni yang menghadirkan ungkapan perasaan kepuasan terhadap kondisi udara di dalam suatu lingkungan. Kondisi kenyamanan juga diartikan sebagai kenetralan termal, yang berarti bahwa seseorang merasa tidak terlalu dingin atau terlalu panas.

Jika seseorang berada dalam suatu ruangan tertutup dalam jangka waktu yang lama maka pada suatu ketika ia akan merasa kurang nyaman. Sehubungan dengan hal ini, maka dalam tahun 1777 seorang ahli kimia bernama Lavoisier  mengadakan serangkaian penelitian. Ia kemudian menerangkan bahwa kenaikan kadar CO2 di dalam ruangan sebagai akibat pernafasan manusia, akan menyebabkan sesak dan panas.

Namun pada tahun 1905 seorang ahli kesehatan, yaitu Frugge mengemukakan sebuah teori yang menyatakan bahwa manusia dapat diibaratkan sebagai motor bakar yang harus mengeluarkan panas yang dihasilkan sebagai akibat dari kerja yang dihasilkannya. Jika panas tersebut tidak dapat dikeluarkannya  dari badan manusia, misalnya karena temperatur dan kondisi udara sekelilignya tidak memungkinkan hal tersebut terjadi dengan baik, maka ia akan merasakan suatu keadaan yang tidak menyenangkan. (Arismunandar, 1995 : 4)

Faktor yang Mempengaruhi Kenyamanan Termal

 Indikator yang paling biasa digunakan adalah temperatur udara, parameter ini mudah untuk digunakan dan banyak orang dapat  merasakannya. Akan tetapi walaupun temperatur udara ini merupakan parameter penting dalam melakukan penilaian, tapi tidak akan akurat data yang didapatkan seandainya hanya satu parameter ini saja untuk menentukan kenyamanan termal. Temperatur udara seharusnya selalu di dipertimbangkan dengan parameter lingkungan lainnya dan juga faktor personal. (Trelkeld, 1970 : 366)

Enam faktor yang mempengaruhi kenyamanan termal yang mencakup di dalamnya faktor lingkungan dan personal yaitu :

  • Faktor lingkungan :
    1. Temperatur udara
    2. Temperatur radian
    3. Kecepatan aliran udara
    4. humidity
  • Faktor personal :
    1. Isolasi pakaian (Clo)
    2. Metabolisme  (Met)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: