Temu ramah antara ulama dan warga IKAMAT di Turki

Rombongan ulama dayah gelombang pertama dengan jumlah 88 orang dari sekitar 165 orang jumlah keseluruhan yang dibagi kedalam dua gelombang yang berada di bawah koordinasi Badan pengembangan Dayah Aceh alhamdulillah akhirnya tiba di bandara international Istanbul Attatürk airport pada pukul 06.00 tanggal 3 Mei 2012 waktu setempat. Dengan rute penerbangan standar Jakarta-Dubai-Istanbul-Jeddah.

Dalam perlawatannya ini para rombongan ulama dayah memiliki program utama yaitu perjalanan umrah dengan jumlah tersebut diatas. Gelombang pertama ini berada di Turki terhitung mulai tanggal 3 mei 2012 sampai 5 mei 2012 atau lebih kurang 3 hari berada di Turki yang kemudian melanjutkan perjalanan ke mekkah untuk melakukan umrah tepatnya tanggal 5 mei 2012 dan akan kembali melalui rute yang sama yang dijadwalkan akan berada di istanbul kembali taggal 13 Mei 2012 baru kemudia akan kembali ke tanah air setelah menunaikan umrah .

Selama di Turki, para ulama dayah yang tergabung didalamnya beberapa dari anggota dewan dan masyarakat biasa mengadakan kunjungan-kunjungan ke madrasah-madrasah yang ada di Turki termasuk juga mengunjungi situs sejarah, seperti mengunjungi maqam shahabat Nabi Muhammad Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam yaitu maqam Ayyub al-Anshari.

Disela-sela kesibukannya para ulama dayah gelombang pertama ini juga menyempatkan diri untuk melakukan silaturrahmi dengan IKAMAT(Ikatan Masyarakat Aceh-Turki), yang berlangsung pada jum’at malam bertepatan dengan tanggal 4 Mei 2012, yang dilaksanakan di tempat penginapan para ulama dayah yaitu Akgün Hotel Istanbul.

Acara silaturrahmi ini dimulai dengan saling ta’aruf(perkenalan) antara para rombongan dengan perwakilan dari anggota dan pengurus IKAMAT yang hadir pada malam itu, diantaranya: Said Mukaffi, muhammad Haikal, tgk.Munir, tgk Bukhari, Ferdiansyah, Ichsan dan lainnya yang dibuka oleh tgk Rusli Hasbi yang juga merupakan pemandu rombongan.

Kemudian kesempatan pertama diberikan kepada Tgk Rusmiadi dan Tgk Badar sebagai perwakilan dari Badan Pengembangan Dayah dan mereka menjelaskan tujuan dilakukannya perjalanan, sepintas perkenalan tentang  Badan Pengembangan Dayah beserta kegiatan-kegiatan yang  termasuk didalamnya.

Setelah perwakilan dari badan pengembangan dayah, pembicara selanjutnya adalah perwakilan dari anggota dewan yang diwakili oleh Tgk Muhibbussabri yang merupakan ketua komisi E DPRA. Pada kesempatan ini beliau menyampaikan bahwa akan mencoba mengusulkan kepada Pemerintah Aceh untuk penjaringan calon penerima beasiswa pada tahap ujian, sebaiknya yang dari luar negeri tidak perlu pulang ke Aceh untuk mengikuti ujian seleksi, akan tetapi pelaksanaannya bisa dilakukan dimana tempat calon penerima beasiswa berdomisili di luar negeri, dan tentunya perlu dirumuskan mekanisme yang sesuai untuk itu, salah satunya mungkin dapat dilakukan secara On-Line.

Acara yang berlangsung dalam suasana santai tersebut juga banyak diisi dengan nasihat-nasihat dan petuah-petuah dari ulama dayah kepada mahasiswa aceh yang sedang menuntut ilmu di Turki, diantaranya  Tgk. Baihaqi menyampaikan bahwa walaupun beliau belum pernah merasakan kuliah diluar negeri seperti yang lain namun beliau ikut merasakan bagaimana suka dan dukanya kami kuliah di negeri orang. Petuah yang paling penting yang beliau sampaikan adalah bahwa shalat jangan sampai tinggal, selalu berdoa  dan selalu ingat dengan orang tua, diakhir nasihat beliau menyampaikan bahwa “tajak beut supaya beukong iman,” tajak sikula supaya bek sampe jipeungeut”, yang bermakna bahwa ilmu agama dan ilmu dunia dua-duanya penting dan saling menopang, sehingga dengan ilmu agama iman kita menjadi kuat dan dengan ilmu dunia kita tidak sampai ditipu oleh orang lain.

Nasihat dan peutuah juga disampaikan oleh beberapa ulama dayah lainnya. Intinya mereka menyampaikan bahwa pentingnya menuntut ilmu pengetahuan, dan agar mahasiswa-mahasiswa aceh menuntut ilmu dengan sebaik-baiknya selama kesempatan masih ada sehingga ilmunya kelak berguna bagi agama bangsa dan Negara, terutama berguna bagi perkembangan Nanggroe aceh Darussalam dimasa yang akan datang.

Dalam silaturahmi tersebut yang berlangsung selama lebih kurang 2 jam, Ketua IKAMAT , Sdr. Muhammad Nawawi memperkenalkan IKAMAT secara singkat dan kegiatan-kegiatan apa saja yang telah dilakukan oleh IKAMAT. Diantaranya adalah melakukan penggalangan dana untuk korban bencana gempa di Provinsi VAN Turki beberapa waktu yang lalu sebagai wujud rasa kepedulian dan keprihatinan masyarakat Aceh di Turki, melakukan pendataan terhadap mahasiswa-mahasiswa aceh yang ada di Turki, dan kegiatan-kegiatan silaturrahmi dengan masyarakat dan mahasiswa Aceh di turki.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan beberapa rekomendasi atas nama IKAMAT yang disampaikan oleh salah satu Anggota Dewan Penasehat IKAMAT yaitu Sdr. Muhammad Arhami. Diantara rekomendasi yang disampaikan adalah :

  1. Pemerintah Aceh diharapkan memberikan perhatian yang khusus kepada para Ulama dayah, dengan memberikan kesempatan kepada para Ulama dayah mengembangjkan diri, diantaranya melalui studi lanjut ke jenjang yang paling tinggi.
  2. Pemerintah Aceh dapat memfasilitasi para Ulama Dayah dalam bidang penulisan, mengingat pastinya banyak ulama dayah yang ingin menuangkan ilmunya ke dalam tulisan dan menghasilkan buku-buku tentang agama, namun karena keterbatasan sarana  hal tersebut sepertinya belum terwujud. Pemerintah Aceh dapat mempublikasikan hasil tulisan dan buku-buku yang ditulis oleh ulama dayah.
  3. Mengingat bahwa ada mahasiswa Aceh yang menempuh studi di jurusan ILAHIYAT (jurusan Agama Islam) di Turki, dan banyak diantara mereka yang belum mendapatkan beasiswa, maka untuk itu mohon kiranya dapat disampaikan kepada Pemerintah Aceh agar mereka dapat diberikan beasiswa dari Pemerintah Aceh dalam mendukung perkuliahan, karena mereka pastinya setelah selesai perkuliahaan nanti akan kembali ke Aceh dan akan membantu pengembangan Dayah di Aceh. Dan harapan kami kepada Pemerintah Aceh dapat menempatkan mereka di dayah mana mereka nantinya akan mengabdi.
  4. Berkaitan dengan pengembangan pesantren atau Dayah kedepan, ada salah satu model madrasah yang bisa diadopsi oleh pemerintah Aceh yaitu Madrasah IMAM-HATIB, di madrasah ini, khusus mencetak siswa-siswa untuk menjadi Imam dan Khatib yang nantinya akan ditempatkan di berbagai masjid yang ada di Turki . Model ini sesuai untuk diterapkan di Aceh, sebagai salah satu model pengembangan Dayah Aceh.

IKAMAT melalui ketuanya Muhammad Nawawi berharap bahwa rekomendasi ini dapat disampaikan oleh perwakilan ulama dayah dan salah satu anggota DPR Aceh kepada Pemerintah Aceh.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: