“cut” “break break”

Saatnya istirahat, shooting sinetron yang sangat melelahkan namun menghasilkan pundi-pundi rupiah yang menggiurkan.Maya berperan seorang sekretaris,lokasi shooting hari ini di gedung perkantoran, ia yang nampak kelelahan langsung saja duduk dilantai sambil ngobrol-ngobrol kecil dengan kru.

“Dek maya sejak kapan ikut main sinetron.”Tanya salah satu kru sambil ngemil pisang goreng.

“baru sih mas,sejak masih SMA kelas satu,itu juga ga sengaja,kebetulan rumah teman ibuku disewa untuk dijadikan lokasi shooting,ibuku nyuruh aku main kerumah teman ibuku itu,nah saat itulah seorang kameraman sinetron disana  nawari aku ikut main sinetron.” jawab Maya.

“oo..jangan putus asa ya,kamu ada bakat ko,kamu harus jadi bintang terkenal.”

“iya mas,inshaAllah mudah-mudahan.”

Buat maya main sinetron hanya karena tuntutan dari orang tuanya yang menginginkan ia harus menjadi tulang punggung keluarganya,padahal maya adalah anak bungsu yang biasanya seorang anak perempuan bungsu dimanja oleh keluarganya tapi nasib maya tak seberuntung anak bungsu pada umumnya.kakaknya seorang laki-laki tidak bisa membela adiknya dari paksaan orangtuanya hanya bisa mengantar maya shooting itupun kalau ada waktu luang karna kakaknya maya juga sudah bekerja.

Ibunya maya saat itupun ikut mengantar,memang hampir setiap ada shooting ibunya selalu menemaninya,tetapi walaupun ibu dan kakaknya saat itu ikut menemaninya,tetap saja ia merasa sendiri dan kesepian karna ibu dan kakaknya dilokasi shooting sibuk dengan kegiatannya masing-masing,ibunya sibuk berbincang- bincang dengan kru sedangkan kakaknya entah kemana perginya.Disaat-saat break shooting Maya hanya diam sendiri kadang sesekali ngobrol dengan kru dan juga artis senior yang sudah terkenal.

Malangnya nasib maya yang tidak punya pilihan hidup selain hanya harus menuruti kemauan orang tuanya.ia selalu berharap ada seseorang yang bisa membawanya keluar dari paksaan ini,bukannya tidak suka dengan kegiatan shooting,tetapi ia merasa tak sanggup membiayai pakaian untuk shooting yang lumayan mahal,belum lagi biaya sekolah yang harus dia tanggung sendiri.

Maya tidak pernah menunjukan wajah tertekan,ia selalu berusaha terlihat ceria dimanapun berada,padahal keceriannya yang ia tunjukan itu hanya topeng belaka yang sebenarnya hatinya menangis,ia tak tau harus berbuat apa lagi selain menangis kala ia sedang sendiri.Entah dimana hati nurani seorang ibu sampai tidak mengetahui anak gadisnya yang terluka hatinya dikarnakan keegoisannya.

“ Maya udah selesai blum shootingnya,klo udah kita pulang aja.”Tanya ibunya maya.

“Ada satu sin lagi bu”.jawab maya.

“nanti klo honornya udah cair kasih ibu ya,biaya bensin ke sinikan mahal lagian ibu masih perlu uang”

“iya bu,ambil aja smuanya,klo baju buat shooting gimana bu.?”

“ya udah pinjem aja ke sudara atau  kesiapa ke,ga usah beli.”

“tapi bu ko pinjem kan ada uang honor pake uang itu aja bu mudah-mudahan cukup.”

“ Enak aja jangan pake uang honor udah pinjem aja baju buat shootingnya,klo engga kamu cari dong pacar yang kaya jadikan bisa bliin baju yang bagus-bagus buat kamu shooting,kamu nanti bisa minta bliin yang lainnya yang mewah-mewah,ibu juga perlu uang buat bayar telefon,listrik,makan dan lain-lain,kamu harus terus main sinetron biar banyak uang tuh kaya artis-artis yang sudah terkenal,udah kamu ga usah ngatur keuangan tugas kamu main sinetron, sekolah ga usah dipikirin,sekolah itu yang penting dapet ijazah ga perlu serius,ngapain serius,sekolah itu ga penting ga menghasilkan apa-apa.”

Maya tidak bisa berkata apa saat ibunya berkata seperti itu,ia hanya tertunduk dan menganggukan kepala tanda ia menyetujui kata-kata ibunya.

Tiba-tiba datang seoarang lelaki tampan mendekati Maya dan Ibunya maya,ternyata ia seorang aktor terkenal,tapi karna Maya seorang gadis polos melihat lelaki tampan biasa saja.

“ini Maya anak saya.”kata ibunya maya sambil cengar cengir berharap anaknya bisa dekat denga aktor tampan itu.

“oo iya saya hengky.”jawab aktor tampan itu.

“Maya.”jawab maya dengan acuh.

“apa kabar Maya,gimana shootingnya tadi?.”

“Alhamdulillah lancar.”

“hmm.. bagus-bagus klo gitu aku permisi dulu Bu..,..Maya.”

“mau kemana?.”Tanya ibunya maya ke aktor tampan itu.

“aku mau pulang karna jadwal shooting aku hari ini sudah selesai.”

“oo..iya..iya silahkan.”

Tidak lama dari kepergian aktor tampan itu,datanglah seorang kameramen yang sudah tidak asing lagi buat Maya dan Ibunya Maya,ia menawarkan diri untuk mengantar pulang dan menawarkan apa saja yang di perlukan Maya,kebaikan kameramen itu bukan tanpa pamrih karna ia ada hati sama Maya.

“Bu,”sapa kameramen kepada ibunya Maya sambil menganggukan kepala dengan sopannya.

“gimana tadi acting anak saya pak.”

“bagus tidak terlihat grogi,jangan khawatir masalah biaya keperluan shooting,klo ada apa-apa bilang aja sama saya,”

“oo..ohoo iya trimakasih loh pak aduh iya nih ternyata biaya keperluan shooting ga murah yaa.”

“harusnya Maya hari ini masih ada satu sin lagi tapi sepertinya tidak bisa hari ini shootingnya karna sudah larut malam,mungkin diteruskan besok,atau begini aja hmm.. malam ini ibu sama maya dan kakaknya maya juga nginap di rumah saya saja,rumah saya deket-deket sini ko,nanti saya kenalkan anak saya kebetulan saya juga punya anak perempuan seumuran Maya.”

“Aduh bapak ini baik sekali,tentu saja dengan senang hati nanti saya sama Maya menginap di rumah bapak klo tidak merepotkan .”

“oo..tentu saja tidak merepotkan.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: