Belajar Untuk Memahami

Dalam keseharian ini, kita berinteraksi dengan banyak orang, apakah itu keluarga, teman-teman yang ada lingkungan kerja, masyarakat umum dan sebagainya. Ketika semuanya berjalan sesuai dengan harmoni kehidupan yang kita fahami, maka akan tampak begitu indah hidup ini, namun apa yang terjadi ketika angin kehidupan mulai berhembus dengan jalan yang tidak seperti biasa.

Saat masalah mulai muncul di permukaan, dimana orang-orang yang biasa kita kenal dengan baik, yang kita merasa belum ada kesalahan dan jua dia kita jadikan sebagai tauladan, tanpa kita pernah menebak dan perkirakan sebelumnya pada kenyataannya mereka memiliki sifat-sifat buruk yang bertentangan dengan norma-norma kehidupan ini. Bagaimanakah sikap kita, apakah kita langsung akan menjauh darinya?, meninggalkan mereka, memojok dan juga menyalahkan mereka?, kita harus menyadari bahwa hal demikian itu terjadi tidak tanpa alasan. Akan tetapi pasti dipicu oleh sesuatu sehingga semua itu terjadi.

Baik kita sadari ataupun tidak, namun begitulah hakekat kehidupan ini. Ada saat-saat seseorang menghadapi berbagai permasalahan yang membuatnya gelap mata, pikiran buntu, seolah-olah sudah tidak ada lagi harapan untuk terus bergerak dalam mempertahankan apa yang sudah diperjuangkan selama ini.

Jikalau kita telaah kembali, maka kita akan menemukan jawabannya. Semua itu kerap terjadi dikarenakan oleh kondisi iman seseorang yang sedang mengalami penurunan dan kegoncangan jiwa. Sebagaimana kondisi iman itu sendiri, adakalanya naik dan juga adakalanya turun. Pada saat turun inilah dibutuhkan ada kekuatan lain yang diharapkan bisa membantunya untuk bangkit.

Perlu kita fahami bahwa orang yang baik bukanlah orang yang menerima kita ketika kita melakukan kebaikan kepada mereka saja, tetapi dia adalah orang yang dapat memehami ketika kita melakukan kesalahan.  Dia ada di sana bagi kita, untuk meluruskan setiap kesalahan yang kita lakukan dan tidak meninggalkan kita.

Mari kita fahami apa yang kita butuhkan dari orang lain sebelum memahami apa yang orang lain butuhkan dari kita. Namun, ketika kita sudah memberikan apa yang selayaknya kita berikan kepada orang-disekeliling kita dan mereka tidak memberikan sebagaimana yang telah kita lakukan. Maka janganlah berhenti untuk melakukan kebaikan, tetap pertahankan karena kita melakukannya demi mengharapkan keridhaan Allah semata.

Kebaikan itu ibarat mutiara yang akan selalu berkilau walaupun dia tercampak ke dalam lumpur sekalipun. Biarkan orang menilai seperti apa kebaikan yang kita lakukan, yang terpenting adalah lakukanlah yang terbaik yang kita bisa dan serahkan hasil akhir kepada pemilik segala kebaikan yang ada di langit maupun di bumi, dialah Allah rabbul ‘Alamin.

Hidup ini akan terasa indah, Kedamaian itu juga akan mengalir dalam kehidupan ini ketika ada rasa saling mengerti, memahami dan saling memperbaiki setiap kesalahan diantara sesama serta terus dan terus belajar untuk memupuk rasa cinta sampai waktu yang dijanjikan datang.

One response

  1. sudah cukup bagus… hanya butuh sedikt polesan agar lead-nya bisa searah dengan ending… keep trying brother…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: