Undangan Berbuka di Bulan Ramadhan

Beberapa hari memasuki bulan Ramadan saya melewati saat-saat iftar di tenda-tenda dan sesekali di asrama, pada satu siang tiba-tiba hp saya berbunyi namun saya tidak tahu siapa yang menelpon karena beberapa hari yang lalu hp saya mengalami kerusakan pada layarnya, setelah saya angkat saya baru tahu ternyata dia adalah abang angkat saya yang berkewarganegaraan Turki dan dia asli Konya (salah satu kota di Turki), dia menanyakan kenapa saya belum datang-datang juga kerumahnya untuk berbuka bersama dan dia juga meminta kesediaan saya agar dapat menginap dirumahnya paling tidak selama dua hari, saat itu saya belum menyanggupinya namun saya berjanji akan segera mengabari saat saya sudah siap untuk bertamu kerumahnya.

Tiga hari kemudian abang angkat saya kembali menelpon, kali ini dia mengabarkan ada undangan berbuka dari bosnya dan saya diminta untuk ikut menghadirinya, dia juga menyampaikan agar saya dapat mengajak 3 orang teman. Jumlahnya dibatasi 3 orang karena muatan mobil yang akan di pake untuk menjemput kami tempatnya terbatas.

Dengan senang hati saya menyambut undangan tersebut. Kemudian saya mencoba menghubungi teman-teman. Kawan yang pertama saya kabari adalah Muhammad Ilyas teman dari india yang tinggal satu asrama dengan saya, kemudian mahasiswa Indonesia tersibuk yang ada  di Istanbul, dia adalah Arifan dan tak lupa juga saya mengajak teman yang lain Ahmed namanya, dia  berkewarganegaraan Somalia.

Tempat berbuka yang akan kami datangi berada di seberang Asia tepatnya di Umraniye, dimana perjalanan untuk sampai kesana cukup jauh.

Berhubung tempat tinggal kami yang berbeda-beda kami mengatur rencana keberangkatan dimana untuk memudahkan kami bertemu di Taksim awalnya kami berencana mau naik kapal laut, namun dengan kondisi angin yang cukup kencang kami memutuskan untuk naik bus.

Sekitar pukul 03.30 sore saya dan kawan india sudah sampai di Taksim, kemudian sesampainya di Taksim ternyata Arifan sudah lama juga menunggu kami, kawan satu ini emang kalau sudah janji hampir bisa dipastikan tepat waktu. Tinggal teman dari Somalia yang belum kunjung datang. Cuaca sore itu cukup panas membuat kami agak sedikit kesal karena tak ada tempat yang nyaman untuk menunggu, hampir 30 menit berlalu teman tersebut belum juga datang. Akhirnya kami memutuskan untuk berangkat duluan, pas di atas bus teman Somalia itu menelpon dan dengan suara yang tenang dan tak bersalah dia mengabarkan kalau dia baru saja keluar dari rumah.., Ya Allah.. andai saja dia tahu kalo kami disini sudah kepanasan dan kelelahan menunggu dia.

Setelah melewati perjanalan bus 30 menit Alhamdulillah kami bertiga sampai dengan selamat di Kadıköy, sesampai disana kami kembali melanjutkan penantian menunggu kedatangan teman Somalia, karena waktu shalat sudah masuk kamipun bergegas untuk segera melaksanakan shalat ashar, selesai shalat tiba-tiba ada panggilan masuk ke Hp saya dan ternyata itu adalah teman Somalia yang sedang kami nantikan kedatanggannya, saya pikir dia baru sampai di Kadıköy ternyata di luar dugaan dia masih berada di Taksim dan kebingunggan mau naik bus nomer berapa Ya Allah… ternyata penantian masih panjang.

Untuk menghilangkan kejenuhan selama menunggu, kami menikmati pemandangan di Kadıköy kami menghibur diri dengan berfoto-foto ria.. hehhehe, walau sebernarnya dalam hati tetap bertanya-tanya kira-kira teman somalia dah sampe mana.. heee

Hampir 30 menit berlalu akhirnya teman itu menelpon dan berita gembirapun akhirnya kami dapatkan dimana dia juga sudah sampai di Kadıköy, namun ternyata penantian belumlah usai karena teman Somalia tersebut tidak bisa memberitahukan posisi keberadaannya, sehingga kamipun berusaha untuk mencari-carinya.

Untuk meyakinkan agar dia tidak ditinggalkan untuk kedua kalinya teman tersebut langsung menghubungi abang angkat saya, kemudian saya pun ditelpon oleh abang tersebut dia mewanti-wanti agar kami memastikan teman Somalia itu dapat ikut bersama kami. Abang angkat saya membantu agar kami bisa bertemu dengan mengarahkan tempat pertemuan di dekat orang jual karcis, saya pikir ini akan sangat membantu dengan begitu kami tidak kesulitan lagi untuk mencarinya.

Dengan sesegera mungkin kami menuju tempat penjualan karcis,.. Ups.. ternyata teman tersebut belum juga keliatan batang hidungnya. Sebenarnya teman tersebut telah menjalankan arahan dengan benar namun dia tak menyadari kalo tempat penjualan karcis ada dua, yang satu khusus untuk tur dan yang satunya khusus untuk para penumpang. Dan dia duduk dengan tenang dan manis pada loket penjualan karcis untuk tur. Hehhehe
Sedangkan kami mencarinya pada loket penjualan karcis penumpang.

Walhasil penantian tersebut berkahir juga, dimana diakhiri dengan sedikit kata-kata complain kami pada kawan Somalia itu hehhehe. Dan ternyata teman Somalia itu dengan sangat kreatif mengajak lagi salah seorang temannya untuk ikut acara berbuka tersebut, hal ini menyebabkan kami tak dapat naik mobil yang telah direncakan oleh abang angkat.

Agar tidak ada yang ketinggalan kami semua pun melanjutkan perjalanan dengan naik bus dengan dipandu oleh seorang polisi yang diutus oleh abang angkat saya, agar kami tidak nyasar di perjalanan, 10 menit sebelum waktu iftar masuk Alhamdulillah kami semua sudah sampai di tempat tuan rumah yang menyediakan makanan untuk iftar tersebut.

Penyambutannya begitu ramah dan sangat menyenangkan kami semua memperkenalkan diri satu persatu, beberapa saat kemudian waktu berbukapun masuk dan kami disuguhi makanan pembuka berupa sup, kurma dan zaitun. Kemudian setelah itu baru kami disuguhi makanan utama berupa nasi dengan lauknya berupa daging dan kentang yang dimasak dengan sedemikian rupa, kami semua begitu menikmatinya Alhamdulillah.

Setelah itu kami disuguhi makanan penutup berupa buah-buahan seperti buah anggur dan timun Taiwan [ buah kesukaan hehheh ]

Acara selanjutnya adalah shalat magrib berjamaah, selesai shalat kami melanjutkan perbincangan ringan sambil minum the, namun agak sedikit kagok karena diantara kami ada yang faham bahasa turki dan ada juga yang tidak kemudian menggunakan bahasa inggris eee ternyata ada kawan dari Turki yang tak faham bahasa Inggris.. hehhehe

Setelah semuanya selesai, kamipun pamitan untuk pulang ketempat masing-masing. Waktu itu dikarnakan lokasi tempat iftar yang agak sedikit jauh, kami diantar kembali oleh kawan yang tadinya menjemput kami. Sewaktu pulang ini kami menggunakan jalur yang berbeda dengan sewaktu datangnya. Kali ini kita diantar ke stasiun busway dengan menaiki satu kali bus. Kemudian setalah sampai di stasiun busway kamupun berpisah dengan mereka tuk kembali menuju kearah Istanbul Eropa…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: