Seni Özlüyom Anne

Anneciğim..Hayatımda en önemli ve sevdiğim insanlardan biri sensin. Benim için sen melekler gibisın. Her istediğim seyi yapmaya çalışırsın. Senin yüzüne baktiğımda kalbim huzur doluyor. Çocukken sık sık yaramazlık yapmama ragmen bana kızmazdın. Sen o kadar sabırlı bir insansın.

Anneciğim..Seni seviyorum. Çocuğumdan beri bana bakıyorsun hiç zaman zarar gelmesini istemiyorsun. Hatta küçük bir sivrisinek ısırmasın diye bile gece boyunca uyumazsın . Bunlardan dolayı seni seviyorum.

Anncigim..Sen benim öğretmenimsin. Her zaman beni iyi bir insan yapmak için bana nasihat ediyorsun. Hatılıyom da, bir gün sen benden yerde yanan bir kibrit görürsem hemen söndürmemi istedinki kimseye zararı dokunmasını, sokakta geçenlerden biri bana birsey soracak olursa terbiyeli ve düzgün cevab vermemi ve kimse ile alay etmememi istedin.

Annecigim..Seni görmeyeli 22 ay oldu çok özlüyom. Sana ne kadar teşekkür etmek istesemde sen burda yoksun. Bu mektupla, bana yaptığın herşey için binlerce teşekkürlerimi sana iletiyom.

sivrisinek ısırmasın diye bile gece boyunca uyumazsın
teşekkürümt sana iletiyom.

 

One response

  1. Salam… na’am/// dalam mewujudkan rasa terima kasih kepada kedua orang tua dalam islam di ajarkan beberapa jalan.. di mana tentang hal ini dijabarkan dalam BAB BIRRUL WAALIDAIN atau yang biasa juga kita sebut Berbakti kepada ke dua orang tua, untuk artikel lengkapnya bisa dibaca pada link == >

    http://www.islamhouse.com/p/227903

    disampaikan juga bahwa bagi anak -anak yang orang tuanya telah berpulang maka sangat dianjurkan untuk bersedekah atas nama orang tuanya tersebut di mana hal ini dapat meringankan dosa -dosa orang tuanya.

    Pahala sedekah dapat dikirimkan kepada orang yang sudah meninggal

    Allah SWT telah mewajibkan kepada hamba-hamba-Nya untuk berbuat baik dan berbakti kepada orang tua. Allah Azza Wa Jala memerintahkan untuk terus menyambungkan tali silaturahim dengan kerabat dan berbuat baik dengan orang lain. Sedangkan bentuk bakti dan kebaikan dan silaturahin yang paling baik adalah mengirimkan kebaikan dan pahala kepada orang tua dan kerabat yang sudah meninggal, sebab dalam kondisi ini amal dan perbuatan mereka telah terputus dan mereka sangat membutuhkan tambahan kebaikan dan pahala.

    Di antara amal perbuatan tersebut adalah sedekah atas nama orang yang sudah meninggal karena pahala dan kebaikan pahala ini bisa sampai kepada orang yang sudah meninggal tersebut sebagaimana yang telah menjadi ijma yang telah menjadi konsensus dan telah menjadi kesepakatan para ulama ahlussunnah wal jamaah dan juga telah dijelaskan oleh banyak dalil. Di antaranya adalah hadis dari Aisyah ra: ”Seorang laki-laki datang kepada Nabi solallahu alaihi wasallam dan berkata: ’Wahai Rosulullah ibuku meninggal secara mendadak dan ia tidak sempat berwasiat apa-apa. Aku pikir apabila ia sempat berwasiat sepertinya dia akan berwasiat untuk mensedekahkan hartanya. Apakah dia akan mendapatkan pahala apabila aku yang akan melakukan sedekah itu?’ Beliau solallahu alaihi wassalam menjawab: ’Ya’.”

    Juga hadis dari Abu Hurairah ra, ”Seorang laki-laki bertanya kepada Rosulullah solallahu alaihi wassalam dan berkata: ’Bapakku meninggal dunia dan meninggalkan harta. Akan tetapi dia tidak sempat berwasiat. Apakah jika aku bersedekah dapat menghapuskan dosa-dosanya?’ Beliau solallahu alaihi wassalam menjawab: ’Ya’.”

    Ketentuan ini tidak hanya berlaku antara anak dan orang tuanya atau kerabatnya bahkan seorang sahabat pun jika bersedekah untuk temannya yang meninggal pahalanya akan sampai kepadanya. Sebagaimana hadis wasilah Ibnu Asqa ra beliau berkata: ” Ketika kami bersama Rosulullah saw dalam perang tabuk, sekelompok orang dari Bani Salim mendatangi Nabi saw, mereka berkata: ’Wahai Rosulullah, seorang teman kami telah berhak mendapatkan api neraka.’ Rosulullah saw bersabda: ’Bebaskan seorang budak atas nama temanmu itu. Niscahya Allah akan membebaskan setiap anggota tubuhnya dari api neraka’.”

    Setelah para sahabat mengetahui keistimewaan sedekah ini mereka pun bergegas mensedekahkan hartanya atas nama orang-orang yang telah meninggal. Di antaranya adalah Abudrahman Ibnu Auf ra yang bersedekah atas nama ibunya dengan membebaskan sepuluh orang budak. Sementara itu Aisyah ra bersedekah dengan membebaskan budak-budaknya atas nama saudaranya yang telah meninggal saat tidur.

    Wahai orang-orang yang berbudi yang tidak melupakan orang yang telah berjasa kepada kita dan kebaikan orang yang berbuat baik kepada kita, balaslah jasa dan kebaikan mereka dengan yang lebih besar lagi. Muliakanlah mereka dengan kemuliaan yang lebih tinggi lagi. Di alam kubur mereka adalah orang-orang yang paling membutuhkan pertolongan dan kebaikan kita. Hari terus berganti, keburukan yang kita lakukan akan dibalas keburukan dan kebaikan kita kepada orang tua dan keluarga kita akan dibalas pula dengan kebaikan oleh anak-anak dan keluarga kita.

    http://muhamadilyas.wordpress.com


    Kemudian kita juga di anjurkan agar selalu mendo’akan kedua orang tua kita

    Rabbighfirlii waliwaalidayya warhamhumma kamaa rabbayaanii shaghiiran…

    Whallahu’alam.. Jazak Allahu Khayran…barak Allahu feekum..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: