Peranan menulis dalam islam

BismillahiRahmanirRaheem

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu..

Alhamdulillah.. segala puji hanya untuk Allah semata pengengam langit dan bumi beserta isinya Subhanallah…kita memohon Ampunan-Nya, memohon Pertolongan kepada-Nya, Memohon Taufik dan Hidayah dari_Nya.. Selawat beriring salam untuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallama beserta para sahabah/sahababiyah dan keluarga beliau pun jua untuk semua pengikutnya pada akhir zaman nanti insya Allah..

Pertama sebelum masuk ke bahasan utama saya ingin menyapa saudara/iku yang telah menyempatkan waktu untuk membaca tulisan ini Jazak Allahu Khayran.., saat kita semua bisa membaca tulisan ini, itu artinya kita mempunyai kemampuan untuk melihat, membaca, memiliki kesempatan untuk mengakses internet, dan jika di urai satu –persatu begitu banyak nikmat yang kita rasakan saat ini, untuk itu saya himbau pada diri sendiri dan antuna semuanya mari sejenak kita melafazkan Alhamdulillah.. Segala Puji Bagi Allah Semata untuk semua nikmat yang ada pada kita. Dan tak lupa saya berdo’a semoga antuna semua berolehkan kesehatan dan kelapangan dalam semua urusan dunia wa akhirah… Allahumma Ameeen…

Pa bila antuna semua membaca tulisan saya pada paragraph pertama, kenapa saya menuliskannya, karena kalimat seperti itulah yang saya suka ketika memulai membaca satu bahasan. Dan itu adalah keharusan agar untuk semua apa yang kita perbuat beroleh nilai ibadah  insya Allah. Kadang saya merasa tulisan itu bak kebun yang subur dimana tanpa ada kalimat Allah atau lafaz zikir di dalamnya bagaikan kebun yang tandus, Whallahu’alam

Baiklah berikut saya akan coba sedikit berbagi cerita tentang pengalaman saya pada satu kesempatan di waktu yang lalu, semoga ada ibrah yang bisa di ambil insya Allah, jika terdapat kata-kata yang tak berkenan saya minta dimaafkan. Dan sekiranya ada hal-hal yang ingin disampaikan bisa ditulis pada kolom comment di bawah insya Allah///

Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti kegiatan pelatihan menulis, yang di adakan di salah satu Hotel di Jakarta. Perjuangan ke sana cukup mengharukan, dimana saya yang berdomisili di Bogor belum bisa pergi ke Jakarta sendiri hehhehehe.., Alhamdulillah ada teman yang bersedia mengantar saya sampai ke Stasiun kereta dekat dengan lokasi acara, sampai di sana ada lagi teman yang membantu saya sehingga saya bisa sampai ke tempat acara yang dituju. Alhamdulillah..semoga Allah membalas kebaikan mereka jauh lebih baik insya Allah.

Keseharian saya yang jauh dari keramaian kota, membuat saya jadi merasa agak sedikit gugup dengan suasana waktu itu, sesampainya di alamat hotel yang dituju, saya langsung registrasi kemudian masuk ke dalam ruangan. Saya agak sedikit tenang karena saya ditemani oleh salah seorang istri teman saya, walau sebenarnya masih agak canggung karena kami baru pertama bertemu hehhehe…

Suasana baru, teman-teman baru semuanya baru.., pas masuk ruangan acara tempatnya tak begitu besar dan tak juga kecil. Mejanya tersusun rapi dan Alhamdulillah memberikan suasana yang nyaman dan Alhamdulillah juga tempat duduk antara perempuan dan laki-lakinya  dipisah {bersebrangan).

Dalam beberapa waktu berjalan saya membuka Hp saya untuk melihat pesan masuk. Dan seperti yang saya duga di sana ada pesan dari Kakak saya yang ingin memastikan kalo saya baik- baik saja, karena dia tahu persis saya jarang pergi jauh dari tempat biasa saya tinggal. Dan dia juga menanyakan apakah saya menikmati acaranya. Disana saya sampaikan dengan harunya bahwa saya sangat menikmatinya karena ini adalah hal yang baru untuk saya…Alhamdulillah..

Berselang beberapa waktu kemudian saya mulai merasa tidak nyaman, dimana saya melihat disana pesertanya ada Bapak-bapak, Ibu-ibu bahkan ada yang sudah kakek-kakek. Pesertanya beragam, ada pensiunan, dokter, guru, karwayan swasta, mahasiswa bahkan ada penulis terkenal juga yang telah menerbitkan beberapa buku yang cukup laris dipasaran, dengan rendah hati dia mengatakan bahwa dia sangat senang belajar dan berbagi pengalaman. Pesertanya sekitar 30 orang.

Dan kembali pada rasa tidak nyaman yang saya rasakan adalah, diruangan tersebut ada sebuah nyanyian yang di putar, dimana nyayian tersebut bagi saya yang awam adalah nyanyian yang tak sopan bila harus di putar didepan orang-orang tua, saya tak faham juga apakah saya yang terlalu sensitive atau bagaimana, namun itulah yang saya rasakan.

Beberapa saat kemudian acara dimulai.. kemudian pemandu acara memberikan beberapa kata pengantar dan memperkenal kan para nara sumber acara, dan yang membuat saya kaget adalah pemandu acaranya bilang : “ nanti ketika saudara-saudara ditanya, bagaimana kabar hari ini? Maka semuanya menjawab Luar Biasa” di sana hati saya berontak dan menangis. Bagaimana ia bisa berkata seperti itu. Untuk mengarahkan peserta membaca Alhamdulillah saja tidak bisa?/ dia melakukan itu karena ada peserta yang bukan Islam, kalo saya tidak salah ada 1 atau 2 orang. Begitu takutnya mereka jika peserta non muslim akan merasa tersinggung dan mereka tidak takut dengan Allah. Whallahu’alam.

Dan pertanyaan berikutnya juga bermunculan di benak saya, di sini  persertanya 95% orang Islam, tidak ada pembukaan do’a atau pembacaan ayat Al qur’an yang sangat akrab di suasana pesantren tempat saya tinggal. Padahal ini kan temanya menuntut Ilmu juga.

Acara berikutnya adalah penyampaian materi oleh nara sumber, sebenarnya saya tak begitu mengenalnya karena saya memang tak begitu perhatian pada para penulis terumata penulis Novel dan Cerpen karena saya sangat anti dengan itu.

Dalam penyampian materi tersebut sampai pada sesi tanya jawab, kemudian dia bertanya “ apa yang anda lakukan dalam menghadapi suasana macet?” ada perserta yang menjawab, dan saya merasa tidak puas dengan jawaban itu, sebenarnya saya tidak suka berbicara dalam acara seperti itu karena semua pandangan akan tertuju kepada saya dan saya tidak suka jadi perhatian orang banyak, dengan sedikit memberanikan diri saya mengacungkan tangan, dan mikrofonpun berpindah tangan, saya memegang mikrofon dengan agak sedikit gemetar dan saya ucapkan salam dan mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kemudian saya sampaikan dengan sepenuhnya bahwa hal yang saya lakukan ketika berhadapan dengan kemacetan adalah maka saya akan berzikir kepada Allah.. karena itu akan membuat saya tenang.

Kemudian instruktur tersebut dengan tegas mengatakan sebetulnya itu bisa juga, tapi bukan, bukan itu… terus dia meneruskan hal yang harus kita lakukan saat menghadapi kemacetan adalah mengembangkan Imajinasi tentang apa yang akan kita tulis. Dalam.. hati saya berkata Yaa Allah..

Acara terus berlanjut… dan dalam kesempatan itu intrukstur berusaha menjelaskan bagaimana tahapan menulis yang baik dan benar, kemudian masuk pada tahap penulisan Novel, dia menjelaskan.. intinya bagaimana cerita dalam novel tersebut bisa menarik perhatian para pembaca dan endingnya membuat para pembaca puas.

Saudara- saudara/iku yang ku cintai karena Allah.. point yang ingin saya sampaikan adalah.. :

  1. Dalam melaksanakan suatu acara dimana hasil akhirnya adalah kita berusaha untuk bisa berbagi ilmu dengan orang lain serta bisa memperoleh nafkah dengan jalan tersebut. Pertanyaannya adalah siapakah yang memberikan kita Ilmu dan siapakah yang memberikan kita reski?…
  1. Ilmu yang kita sampaikan akan diterapkan oleh orang lain dalam kehidupan nyata , pa iya kita mengarahkan orang untuk mengarang-ngarang cerita maya, membuat waktu orang-orang terbuang sia- sia dengan membacanya? Untuk apa?
  1. Peranan menulis amatlah sangat besar, dimana apa yang kita tulis akan di baca oleh orang banyak dan harus kita ingat bahwa untuk setiap apa yang kita kerjakan akan di mintai pertanggung jawaban di akhirat nanti, termasuk apa yang kita tulis.
  1. Jika memang kita mempunyai kemampuan untuk menulis, kenapa kita tidak menulis hal-hal yang bisa membuat orang selamat dalam kehidupannya dalam kehidupan dunia dan akhirat. Whallahu’alam.

Subhanallah..demikian kisah kali ini semoga bermamfaat. Jazak Allahu Khayran, barak Allahu feekum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: