Asal nama Atjeh/Aceh

Aceh merupakan sebuah nama dengan berbagai legenda. Berikut beberapa mitos tentang nama Aceh yang dirangkum dari berbagai catatan lama.

Menurut H. Muhammad Said (1972), sejak abad pertama Masehi, Aceh sudah menjadi jalur perdagangan internasional. Pelabuhan Aceh menjadi salah satu tempat singgah para pelintas. Malah ada di antara mereka yang kemudian menetap. Interaksi berbagai suku bangsa kemudian membuat wajah Aceh semakin majemuk.
Muhammad Said mengutip keterangan dari catatan Thomas Braddel yang menyebutkan, di zaman Yunani, orang-orang Eropa mendapat rempah-rempah Timur dari saudagar Iskandariah, Bandar Mesir terbesar di pantai Laut Tengah kala itu. Tetapi, rempah-rempah tersebut bukanlah asli Iskandariah, melainkan mereka peroleh dari orang Arab Saba.

Orang-orang Arab Saba mengangkut rempah-rempah tersebut dari Barygaza atau dari pantai Malabar India dan dari pelabuhan-pelabuhan lainnya. Sebelum diangkut ke negeri mereka, rempah-rempah tersebut dikumpulkan di Pelabuhan Aceh. Continue reading →

Gunongan; Taman Ghairah Para Raja

Oleh: Boy Nashruddin Agus

Aceh adalah negeri gemilang yang penuh dengan cerita kejayaan pada masa tampuk pimpinan kerajaan berada di bawah kendali Sultan Iskandar Muda. Menulis sejarah Aceh, bukan berarti kita harus larut dengan masa lalu. Namun setidaknya, dari sejarah kita bisa belajar untuk memperbaiki masa kini dan menyempurnakan masa depan.

Banyak bukti-bukti sejarah Aceh yang hilang ditelan jaman akibat peperangan, penataan ruang kota, ketidakpahaman arti pentingnya sejarah dan keteledoran beberapa oknum masyarakat yang menjarah artefak-artefak kemudian menjualnya ke pasar gelap. Continue reading →

Saksi Bisu Armada Teror Dunia di Museum Aceh

Oleh: Salman Mardira

SEBUAH simbol persahabatan Aceh dan China sejak ratusan tahun silam bisa dijumpai di pintu masuk Museum negeri Aceh di Banda Aceh.                                                                                                                                             

Lonceng Cakra Donya adalah bukti jejak kedatangan bangsa Tionghoa di Nusantara adalah saksi bisu kuatnya armada militer Kerjaan Aceh Darussalam di masa jayanya.

Lonceng raksasa ini menjadi salah satu yang menarik untuk dikunjungi wisatawan jika bertandang ke bumi Serambi Mekkah. Selain bentuknya yang unik, dibalik mahkota besi ini juga menyimpan sejarah panjang.

Lonceng Cakra Donya berbentuk stupa dibuat pada 1409 M. Tingginya mencapai 125 cm, lebar 75 cm. Di bagian luar terukir hiasan dan tulisan Arab juga China. Tulisan Arab sudah kabur dimakan usia, sedangkan aksara China tertulis Sing Fang Niat Tong Juut Kat Yat Tjo yang diartikan “Sultan Sing Fa yang telah dituang dalam bulan 12 dari tahun ke 5.”

Lonceng ini merupakan hadiah dari Kaisar Yongle yang berkuasa di Tiongkok sekira abad ke 15 kepada Kerajaan Samudera Pasai. Lonceng dibawa ke Aceh oleh Laksamana Cheng Ho sekira 1414 M, sebagai symbol persahabatan kedua negara.

Selain pusat Kerjaaan Islam di Nusantara, Pasai kala itu dikenal sebagai kota pelabuhan yang maju dan terbuka. Banyak pedagang-pedagang dari Timur Tengah dan Gujarat India berbisnis di sana serta menyebarkan Islam. Pasai juga mengekspor rempah-rempah ke berbagai Negara, salah satunya China. Continue reading →

Hitam, tapi Kaya Manfaat

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah SAW. bersabda, “Tidaklah ada suatu penyakit, kecuali dalam habbatus sauda’ terdapat kesembuhan baginya, kecuali as sam (kematian)” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Dalam petikan hadits ini terdapat istilah habbatus sauda’ yang tak terlalu asing di telinga akhir-akhir ini. Habbatus sauda’ berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata Habbah yang berarti biji dan sauda’ yang berarti hitam. Kalau di Indonesia, habbatus sauda’ ini sering disebut  dengan jintan hitam. Habbatus sauda’ merupakan salah satu tanaman herbal dengan nama Latin Nigella sativa dan termasuk famili Ranunculaceae atau tanaman berbunga. Tanaman ini aslinya berasal dari negara-negara Afrika Utara, seperti Mesir, Maroko, dan Tunisia, serta dari Timur Tengah (Suriah dan Yordania). Di negara-negara ini lah Habbatus sauda’ dapat tumbuh subur walaupun tanpa campur tangan manusia. Continue reading →

Mengenal Kultur Jaringan

Oleh : Fatma Welda

Semasa kita belajar di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama tentu kita belum lupa akan  study perbanyakan tanaman dengan teknik cangkok, okulasi dan sambung yang dalam prakteknya dapat dilakukan dengan manual dan mudah. Nah, ternyata selain itu ada lagi cara perbanyakan lainnya yaitu dengan Teknik Kultur Jaringan atau biasa juga disebut dengan teknik kuljar.

Pada prinsipnya perbanyakan tanaman dengan teknik kuljar tak jauh beda dengan teknik-teknik yang sudah kita sebutkan di atas namun yang membedakannya adalah cara perlakukannya di mana teknik kuljar adalah teknik yang jauh lebih canggih. Continue reading →

İkimiz bir fidanın

Lagu ını dınyanyıkan oleh Rahmi Amalia (Acehnese-Indonesia), di acara olimpiyade bahasa Turki

Açe dans

Performance anak2 Aceh di acara Pertemuan anak Yatim pada tanggal 3 Juni 2012 di Istanbul-Turki

Indeks Kenyamanan Termal

Penilaian terhadap kenyamanan termal dilakukan dengan menggabungkan parameter-parameter termal dalam satu indek.

Adapun indek yang sering digunakan untuk menyatakan kondisi kenyamanan termal diantaranya adalah:

1. Temperatur efektif

2. PMV-Indeks

3. PPD-Indeks Continue reading →

Thermal comfort 3: Personal factors

Personal factors

Setelah kita membahas topik tentang faktor lingkungan yang melingkupi temperatur, kelembaban udara dan kecepatan aliran udara pada Thermal comfort II sekarang kita lanjutkan pembahasan kita mengenai personal factors yang ikut juga mempengaruhi kenyamanan termal, diantaranya adalah metabolisme tubuh yang identik dengan aktifitas yang dilakukan dan clo yang merupakan jenis pakaian yang digunakan sebagaimana yang akan kita bahas berikut ini. Continue reading →

Thermal comfort 2 : Environment factors

Environment Factors

Sebagaimana yang telah kita bicarakan sebelumnya pada Thermal comfort I  secara umum ada dua faktor yang memperngaruhi kenyamanan termal, sedangkan yang akan kita bahas pada tema kali ini adalah faktor lingkungan yang meliputi temperatur, aliran udara dan kelembaban udara. Continue reading →

Thermal comfort-I

Pengertian Thermal comfort (kenyamanan termal)

 Membuat lingkungan yang nyaman termal merupakan salah satu parameter penting yang harus dipertimbangkan dalam merancang sebuah bangunan. Lingkungan termal dipertimbangkan bersama-sama dengan faktor yang lainnya, seperti : kualitas udara, pencahayaan dan tingkat kebisingan ketika kita mengevaluasi lingkungan aktifitas kita. Jika kita tidak memperhatikan kenyamanan tempat kita beraktifitas maka dampaknya akan menyebabkan menurunnya produktifitas. Continue reading →